Selasa, 08 Mei 2012

Ambisi Angan

Makassar 6 january 2012. Lorong kesuksesan Seperti hari kemari, di malam yang sunyi diriku terombang-ambing dalam terowongan insting, kali ini aku merasa perlu tuk meraba masa depanku.
Entah bagaimanapun yang tejadi nanti ku tak ingin menjadi pribadi yang menyesali diri sendiri, apalah arti keyakinan didalam dada, bila tak dilihat dengan Ainul yaqin. Jika sekilas membaca sirah orang-orang hebat hatiku pedih, sebab iri akan kesuksesan ynag mereka dapatkan. Aku tak iri ketika ia memperoleh berlimpah kemewahan, tak juga iri akan akan mereka di bangga-banggakan atau disebut-sebut namanya, tapi aku iri ketika hasil perjuangan mereka bisa membawa manfaat untuk orang lain. Aku sedih bila melihat nenek-nenek di pinggir jalan yang menjadi pemulung, dengan penuh antusias dipagi buta ia telah beranjak meninggal pemukinan sederhananya karna mencari nafkah, aku sedih bukan karena kasihan pada mereka, tapi sedih kerena ku tak mampu menjadi mereka dan mengambil pelajaran dari mereka. Mereka rajin bekerja, setiap harinya di awal pagi mereka telah sampai ketempat tujuan, mereka lebih menghargai waktu ketimbang sebagian orang-orang yang di anggap pintar atau cerdas. Cendekiawan bilang kesuksesan itu bukan suatu kebetulan tapi 99% hasil dari usaha , orang beriman mengatakan kesuksesan adalah hasil dari usaha dan ikhtiar, ya kedua duanya benar, dan dibenarkan. Dan saya bilang hasil dari kesuksesan adalah proses usahanya. Ayo kita sama-sama mencari solusi Untuk menerowong dan meraba masa depan kita. Kenapa harus meraba? kenapa tidak langung menbuat planning saja? Perlu saya jelaskan kembali bahwa diri saya bukan orang sukses tapi orang yang ingin menjadi sukses, baik, apa yang haris kita raba? Saya punya Beberapa tips yang bisa kita jadikan pedoman yaitu: 1. Kenali dirimu Seseorang takan mampu melakukan sesuatu yang tidak ia sukai dan tidak ia kenal yakni sesuatu yang di luar batas kemampuannya. Tanya dirimu, apa yang bisa kamu lakukan? Dan apa cita-citamu? Ini adalah sebuah hal yang perlu anda tau sebelum anda melakukan apapun . 2. Niat untuk bersungguh-sungguh “Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung niatnya”(al Hadist) seorang muslim tidak akan melakukan sesuatu amala tampa ia niatkan terlebih dahulu. Maka bersungguh-sungguhlah dengan meniatkan suatu amalan perbuatan yang menjadi talenta yang akan dikembangkan dalam diri anda. Bilamana anda main-main dalam menjalankannya maka hasilnya tidak akan sempurna. 3. Yakin (Optimis) Bila anda sudah berniat untuk bersungguh-sungguh maka yakinlah anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan ragu-ragu tanamkan keragu-raaguan dalam diri anda karna itu apat menghalangi semangat anda dalam melakukan usaha. “Janganlah kamu melakukan sesuatu yang membuatmu ragu-ragu”. (al Hadist) dan segala sesuatu yang di lakukan dengan keyakinan sungguh-sungguh maka ia akan melakukannya dengan sepenuh hati . 4. Perencanaan Segala sesuatu yang kita lakukan tidak akan terkelola dan terkontrol (organisir) dengan baik tampa kita rencanakan terlebih dahulu, dalam sebuah perencanaan kita perlu membuat sebuah kerangka kecil yang menjadi acuan bagi kita, sehingga saat kita melaksanakan sebuah amalan yang kita cita-citakan. Apa saja perencanaan yang harus kita buat?. a. Target apa yang menjadi sasaran usaha kita? Pencanangan aktifitas adalah menargetkan segala bentuk tindakan dan hal-hal yang mendukung usaha ynag di cita-citakan. b. Scedhule /jadwal , waktu adalah hal utama yang perlu di atur . waktu adalah kesempatan dan kesempatan adalah peluang, peluang inilah yang akan menberikan celah dimana itu pintu utama kesuksesan seseorang. Ingatlah hari kemarin tidak mungkin muncul besok pagi. Ia akanberlalu maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. c. Langkah apa yang perlu kita ambil Setelah mebuat sebuah target dam penjadwalan sebuat tin dakan akan lebih maksimal bila kita menentukan juga trik-trik apa yang perlu di ambil aatau langkah langkah ynag bagaimanakah ynag isa mendukung terget yang telah kita canangkan. d. Modal dalam sebuah usaha tidak akan berjalan dengan baik atau mungkun akan mandek-mandek usaha kita apabila kita tida mempunyai modal . modal disini bukan saja dalam bentuk meterial tepi juga dalam bentuk non material . 5. Usaha Usaha adalah sebuah point atau klimaks dari segala cita-cita yang telah kita niatkan dengan sungguh-sungguh. Jika Dalam pelaksanaan ia betul-betul bersungguh-sungguh maka akan lahir keyakinan yang kuat dalm dirinya bahwa ia mampu melakukannya dengan baik. 6. Doa Segala bentuk usaha atau apapun yang kita lakukan tidak lepas dari kehendak-Nya. Sebagai manusia biasa kita hanya dapat berdoa setelah melakukan usaha-usaha kita. Hindari sikap takabur yang membuat anda merasa diri anda paling hebat dalam melakukan apapun. Karna tidak bergerak tangan-tangan dan kaki kita tampa seijinnya. 7. Tawakal Serahkan segala urusan anda kepada-Nya. Apapun hasil yang kita peroleh maka bersyukurlah menang atau kalah, berhasi atai tidak itu bukan suatu ukuran dihadap-Nya, jika anda telah mlakukan 6 langkah diatas Sesungguhnya anda telah sukses. Saudaraku aku mengajak kepada diriku dan anda untuk meraba hakikat dari kesuksesan itu. Sukses bukankah bergelimang harta atau memiliki pangkat dan gelar yang tinggi sukses bukanlah menang atau kalah tapi sejauh mana kita mau berusaha untuk berbuat sesuatu dengan niat keyakinan yang sungguh-sungguh sembari berdoa dan bertawakal lilliahi ta’ala. Saudaraku jika engkau mengganggap hasil kesuksesan itu berbentuk suatu kemewahan dan derajat yang tinggi! engaku salah , karena kemewahan hanya akan membuatmu berbangga diri dan bersikap angkuh pangkat yang hanya akan menjadi musuh yang akan menggoda dirimu brsikap sewenang-wenng pada yang rendah. Manun tidaklah semua orang yang memiliki kemewahan dan pangkat yang tinggi itu menpunyai sikap dan perilaku yang saya paparkan tadi. Namun Tidak bisa kita pungkiri Memang kemewahan dan pangkat yang tinggi adalah suatu bentuk keberhasilan ynag di segerkan oleNya, baik ia dapatkan dengan cara yang haq maupun yang bathil, tapi apalah guna kemewahau dan pangkat dan status yang tinggi toh kita sama akan kembali kepadaNya denagn sehelai hain kafan. Renungkangkanlah! Jangan pernah berhenti berusaha, jika kau jatuh maka bangkitlah, karna saat kau bangun oang telah meihat bahwa dirimu bukan pencundang tapi pemenang ! pemenang bukan berdiri di depan menjadi sang juara, pemenang adalah orang ynag mampu bangkit saat ia terjatuh. Keep zest!!!!!!!! Nur awalianty sya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar